Penentuan UMP DKI Jakarta Tetap Menggunakan Sistem KHL

0
Dorar.info. Berita Ekonomi. DisnakerTrans DKI Jakarta akan merekomendasikan sistem mekanisme penentuan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta berdasarkan sistem kebutuhan hidup layak (KHL). Padahal, pemerintah pusat sudah mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid IV yang di dalamnya membahas tentang mekanisme pengupahan nakertransi.

Priyono, selaku Kepala Disnakertrans menuturkan, sebelum pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid IV minggu lalu, pihak d dan Dewan Pengupahan sudah melakukan survei Kebutuhan hidup layak. Hal ini yang membuat pihaknya tetap akan menyampaikan hasil survei itu kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok.

“Selain menyampaikan sistem mekanisme pengupahan sesuai dengan paket kebijakan jilid IV, kami juga akan memberitahukan survei KHL yang telah kita lakukan sebelum paket kebijakan ekonomi jilid IV diterbitkan,” kata Priyono. Hal itu diungkapkannya setelahmengadakan rapat dengan Dewan Pengupahan, di Balai Kota DKI Jakarta, pada hari Rabu (21/10/2015).

Selain karena telah melakukan survei KHL, Priyono juga mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) tentang paket kebijakan ekonomi jilid IV. Selama PP tersebut belum diterbitkan secara resmi, pihaknya akan tetap melakukan proses pengupahan dengan sistem mekanisme yang lama, yaitu berdasarkan KHL.

Priyono menuturkan, hasil survei dijadwalkan akan diserahkan ke Ahok pada hari Kamis (22/10/2015). Salah satu pilihan opsi yang akan diambil nanti akan menjadi acuan untuk menentukan UMP DKI Jakarta tahun 2016. "Artinya, selama belum ada PP resmi, maka sistem mekanisme lama yang tengah kami kerjakan masih bisa dilaksanakan," ujarnya.

Sebagai acuan informasi, paket kebijakan ekonomi jilid IV yang dibuat oleh pemerintah berfokus pada sektor ketenagakerjaan dan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Dalam paket ini, pemerintah menyatakan upah buruh akan naik setiap tahun tanpa memberi beban kepada para pengusaha.



Share :
Post a Comment