Bentuk Intervensi Rusia Terhadap Suriah

0
Dorar.info. Berita Internasional. Pesawat tempur canggih Rusia Mig 31 kini mengangkasa di langit Suriah untuk apa yang kemudian disebut Rusia demi memerangi ISIS (Reuters), Rusia Rabu kemarin telah melancarkan serangan udara ke Suriah dalam kampanye yang diklaim Rusia sebagai operasi untuk menaklukkan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).Namun Barat meragukan Rusia dan menyatakan Moskow tengah membantu sekutunya, Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Rusia saat ini paling sedikit menggelarkan 32 pesawat tempur di Suriah. Armada udara ini terdiri dari empat pesawat pembom Su-34, 12 pembom Su-25, 12 pesawat serang Su-24 dan empat pesawat tempur Su-30.

Pesawat-pesawat ini berpangkalan di sebuah lapangan udara yang sudah diperkuat Rusia dan menjadi pangkalan garis depan di wilayah Latakia di barat daya Suriah.
Bentuk intervensi rusia terhadap suriah


Rusia juga menggelarkan sekitar 500 prajurit infantri marinir di pangkalan itu, kemungkinan untuk menjaga fasilitas tersebut. Sudah termasuk pilot, awak udara dan tenaga pendukung, sekitar 2.000 personel berada di pangkalan itu, kata para pejabat AS.

Para pejabat AS mengatakan seorang jenderal Rusia bertugas pada sebuah pusat intelijen di Baghdad di dekat Kedubes AS dan memberikan peringatan satu jam sebelum pesawat-pesawat Rusia melancarkan serangan di Suriah.

Namun komunike verbal tidak memiliki informasi mengenai kapan, di mana atau bagaimana serangan itu akan dilakukan, sehingga jauh dari yang dibayangkan Pentagon manakala lembaga ini membahas soal "dekonfliksi" sehingga mengurangi risiko koalisi dan pesawat-pesawat Rusia melintasi jalur pada ruang udara yang sama.

Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan pembicaraan militer-ke-militer akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.Pasukan Rusia memiliki keuntungan karena bisa berkoordinasi dengan Assad saat melancarkan serangan udara dan berbagi informasi intelijen dengan rezim ini.

Para pakar militer menunjuk batas-batas pembomban. Pertempuran di Suriah berpusat di kota-kota dan pasukan pemberontak, entah dari kelompok ekstremis maupun kelompok moderat, berusaha menghindari bergerak dalam formasi besar.



Share :
Post a Comment